Sindroma Defisiensi Poliglanduler - Kode 507

Gangguan Hormon

Biaya: Rp. 330,000

Terapi Kristal adalah penyembuhan dengan energi alami yang dipancarkan oleh kristal. Ratusan orang sebelum Anda telah terbantu dengan Terapi Kristal yang diprogram khusus untuk mengatasi Sindroma Defisiensi Poliglanduler. Sebagian besar menyatakan sembuh total dalam waktu singkat, dan sebagian lagi menyatakan kondisi kesehatannya jauh lebih baik sehingga bisa beraktivitas dengan normal.

 

Terapi Kristal merupakan pengobatan alternatif yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Dan seiring berjalannya waktu, orang-orang sebelum Anda telah mencoba menggunakan Terapi Kristal untuk menyembuhkan Sindroma Defisiensi Poliglanduler. Meskipun beberapa kalangan masih mempertanyakan sisi ilmiahnya, namun Terapi Kristal terbukti sangat membantu pasien yang menderita Sindroma Defisiensi Poliglanduler.

 

Terapi Kristal Untuk Sindroma Defisiensi Poliglanduler memang tidak dikenal oleh Ilmu Kedokteran Barat. Orang Barat yang kebanyakan berpikir materialistis hanya mengutamakan materi atau sesuatu yang bisa dilihat secara nyata. Sedangkan Ilmu Kedokteran Timur yang bersifat spiritualis meyakini bahwa “sesuatu yang tidak terlihat, bukan berarti tidak berguna”. Dan keyakinan itu terbukti pada hasil penyembuhan Terapi Kristal.

 

 

Apa yang dimaksud Sindroma Defisiensi Poliglanduler?

Sebelum kami jelaskan semua tentang Terapi Kristal Untuk Sindroma Defisiensi Poliglanduler, ada baiknya untuk mengulas dulu apa yang dimaksud dengan Sindroma Defisiensi Poliglanduler. Karena bisa jadi, beberapa pengunjung di website ini belum memahaminya.

 

Sindroma Defisiensi Poliglanduler adalah keadaan-keadaan dimana beerapa kelenjar endokrin menjadi kurang aktif dan menghasilkan hormon dalam jumlah yang kurang dari normal.

 

Gejalanya tergantung kepada kelenjar yang terkena. Hipotiroidisme terjadi jika kelenjar tiroid menghasilkan sedikit hormon tiroid. Jika kelenjar adrenal yang kurang aktif menghasilkan sedikit hormon kortikosteroid, maka akan terjadi penyakit Addison.

Berdasarkan saat timbulnya gejala (pada masa kanak-kanak atau dewasa) dan kelenjar yang terkena, sindroma defisiensi poliglanduler dikelompokkan ke dalam 3 golongan:

  1. Sindroma defisiensi poliglanduler tipe 1
    Biasanya terjadi pada masa kanak-kanak.
    Gambaran yang paling sering ditemui adalah hipoparatiroidisme (kelenjar paratiroid yang kurang aktif). Kedua tersering adalah penyakit Addison (kelenjar adrenal yang kurang aktif) dan infeksi jamur menahun (kandidiasis mukokutaneus kronis).
    Infeksi jamur kemungkinan terjadi karena penderita memiliki respon kekebalan yang tidak adekuat terhadap jamur yang biasa dan tidak menunjukkan reaksi yang normal untuk melawan infeksi.
    Kadang terjadi diabetes akibat pankreas yang kurang aktif menghasilkan insulin.
    Pada penderita seringkali terjadi hepatitis, batu empedu, kesulitan dalam menyerap makanan dan kebotakan dini.
     
  2. Sindroma defisiensi poliglanduler tipe 2
    Biasanya terjadi pada masa dewasa, sekitar usia 30an.
    Kelenjar adrenal selalu kurang aktif dan kelenjar tiroid sering kurang aktif.
    Beberapa penderita ada yang memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme).
    Penurunan fungsi pankreas menyebabkan berkurangnya jumlah insulin sehingga terjadi diabetes.
    Hipotiroidisme maupun infeksi jamur bukan merupakan bagian dari tipe 2.
     
  3. Sindroma defisiensi poliglanduler tipe 3
    Terjadi pada masa dewasa dan diduga merupakan stadium awal dari sindroma tipe 2.
    Seseorang dikatakan menderita sindroma defisiensi poliglanduler tipe 3 jika tidak ditemukan kelainan pada kelenjar adrenal yang disertai oleh 2 dari gejala-gejala berikut:
    - Hipotiroidisme
    - Diabetes
    - Anemia pernisiosa
    - Hilangnya pigmentasi kulit (vitiligo)
    - Kerontokan rambut (alopesia).
    Jika terjadi kegagalan kelenjar adrenal maka menjadi sindroma tipe 2.

 

Bagaimana Metode Terapi Kristal Untuk Sindroma Defisiensi Poliglanduler?

Kami telah merancang metode terapi kristal untuk Sindroma Defisiensi Poliglanduler yang sangat mudah Anda praktekkan di rumah. Yaitu dengan cara merendam Batu Kristal dalam segelas air putih selama 3-5 menit. Kemudian air tersebut diminum pasien. Dalam sehari, boleh dilakukan Terapi Kristal sebanyak 1-3 kali. Terapi Kristal Untuk Sindroma Defisiensi Poliglanduler sebaiknya dilakukan rutin setiap hari sampai pasien pulih sepenuhnya.

 

Menurut pengalaman, umumnya penyakit ringan bisa sembuh dalam beberapa hari, penyakit sedang bisa sembuh dalam beberapa minggu, dan penyakit berat bisa sembuh dalam 1-3 bulan. Lama penyembuhan dengan Terapi Kristal berbeda-beda sesuai dengan tingkat keparahan penyakit dan keseriusan pasien.

 

Terapi Kristal sangat praktis dan mudah. Dengan cara yang sangat sederhana ini, banyak pasien yang melaporkan terjadi penyembuhan luar biasa. Bahkan bisa dikatakan “ajaib” karena Terapi Kristal ternyata mampu menyembuhkan penyakit yang sulit ditangani dokter biasa.

 

Terapi Kristal tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis yang dilakukan oleh dokter. Tujuan dari Terapi Kristal adalah metode penyembuhan pelengkap yang boleh dilaksanakan berdampingan dengan pengobatan medis.

 

 

Bagaimana Cara Kerja Terapi Kristal Untuk Sindroma Defisiensi Poliglanduler?

Batu Kristal merupakan materi alam yang sangat bagus dalam menyerap dan menyalurkan energi prana. Kristal juga punya memori eterik sehingga bisa diprogram seperti robot canggih. Kristal bisa diprogram untuk menyerap energi prana dengan jenis, pola, warna, intensitas dan kuantitas tertentu yang sesuai untuk menyembuhkan suatu penyakit.

 

Dengan cara tertentu, kami telah memprogram Batu Kristal yang khusus berfungsi untuk menyembuhkan Sindroma Defisiensi Poliglanduler. Tentu saja tidak semua orang mampu memprogram Batu Kristal Biasa menjadi Batu Kristal yang punya fungsi pengobatan khusus. Dibutuhkan setidaknya Praktisi Metafisika setingkat Master untuk bisa memprogram Batu Kristal secara efektif.

 

Kristal yang telah diprogram untuk menyembuhkan Sindroma Defisiensi Poliglanduler secara otomatis akan berfungsi setiap kali Anda gunakan. Ketika Anda memasukkan Batu Kristal tersebut ke dalam segelas air, maka otomatis Batu Kristal itu akan menyerap prana dari udara sekitar dan disalurkan ke air dalam gelas. Dengan demikian, seketika air biasa berubah menjadi “Air Penyembuhan”.

 

Dalam teknik Terapi Kristal yang kami rancang, Batu Kristal berfungsi sebagai penyerap energi prana. Batu Kristal akan mengubah air biasa menjadi air penyembuh yang mengandung energi prana. Air yang mengandung prana, meskipun tampaknya sama, sebetulnya sudah sangat berbeda secara spiritual. Apabila dilihat oleh orang yang punya indra ke-enam, pastinya dia akan melihat pancaran aura energi penyembuhan.

 

Tentu saja, tidak asal prana yang diserap, melainkan energi prana khusus yang sesuai untuk menyembuhkan Sindroma Defisiensi Poliglanduler. Sudah menjadi kehendak Tuhan, bahwa secara spiritual, Batu Kristal ternyata mampu memilih jenis energi prana dan mengukur dosis yang tepat untuk setiap pasien.  Artinya, Terapi Kristal sangat aman karena tidak mungkin terjadi kelebihan dosis.

 

Perlu juga untuk Anda pahami bahwa Batu Kristal Untuk Terapi Sindroma Defisiensi Poliglanduler tidak boleh digunakan secara bergantian, karena setiap kristal akan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien yang pastinya berbeda-beda. Menggunakan kristal secara bergantian memang tidak berbahaya, namun hasilnya menjadi kurang manjur.

 

 

Bagaimana Jika Pasien Mengalami Komplikasi?

Apabila pasien menderita lebih dari 1 penyakit, maka bisa memesan beberapa jenis Batu Kristal yang sesuai untuk terapi penyembuhan penyakitnya. Cara penggunaannya sama, yaitu dengan merendam SEMUA Batu Kristal tersebut kedalam segelas air. Kemudian diminumkan kepada pasien seperti biasa. Terapi Kristal sangat aman meskipun beberapa Batu Kristal digunakan bersamaan.

 

 

Apakah Terapi Kristal Sesuai Keyakinan Agama?

Sebagai orang beragama, kita semua meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Keberadaan Batu Kristal yang bisa digunakan untuk penyembuhan Sindroma Defisiensi Poliglanduler haruslah disikapi dengan bijaksana. Kami meyakini, bahwa Tuhan menolong manusia melalui berbagai perantara. Perantara itu bisa jadi seorang dokter, seorang guru, melalui obat, ramuan tradisional, atau bisa juga melalui terapi penyembuhan dengan kristal.

 

Kurang tepat apabila ada yang menganggap bahwa praktek Terapi Kristal sama saja dengan menyembah batu. Kami segenap tim TerapiKristal.Com sangat meyakini bahwa Tuhan ada di atas segalanya. Sedangkan Batu Kristal dan Terapi Kristal hanyalah suatu perantara dan usaha untuk mendapatkan kesembuhan yang kita harapkan. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa Terapi Kristal adalah cara penyembuhan sesuai dengan keyakinan beragama.

 

 

Apa yang Anda Dapatkan Dengan Mengikuti Terapi Kristal Untuk Sindroma Defisiensi Poliglanduler ini?

  1. Sebuah Kristal Kuarsa (Quartz Crystal) yang sudah diprogram khusus untuk menyembuhkan Sindroma Defisiensi Poliglanduler. Warna dan bentuk batu kristal yang kami kirimkan kepada Anda sesuai persediaan.
  2. Panduan tertulis cara melakukan Terapi Kristal Untuk Sindroma Defisiensi Poliglanduler. Panduan ini sudah mencakup semua yang perlu Anda ketahui untuk melakukan Terapi Kristal secara mandiri.
  3. Fasilitas gratis konsultasi seumur hidup dengan Pakar Terapi Kristal untuk seumur hidup. Konsultasi kami layani melalui email dan telepon. Kami berkomitmen untuk membantu Anda sampai sehat sepenuhnya.

 

Bagaimana Cara Mendapatkan Terapi Kristal Untuk Sindroma Defisiensi Poliglanduler?

Anda bisa memesan Batu Kristal untuk menyembuhkan Sindroma Defisiensi Poliglanduler di kantor Pusat Metafisika Asia yang berlokasi di kota Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Namun bila Anda sibuk, Anda bisa memesan Batu Terapi Kristal secara online dari website ini atau memesan melalui telepon dan SMS. Paket Terapi Kristal lengkap dengan Batu Kristal yang telah diprogram untuk mengobati Sindroma Defisiensi Poliglanduler akan kami kirim ke alamat Anda. Lebih lengkapnya bisa Anda baca di halaman CARA PEMESANAN.

Sindroma Defisiensi Poliglanduler adalah keadaan-keadaan dimana beerapa kelenjar endokrin menjadi kurang aktif dan menghasilkan hormon dalam jumlah yang kurang dari normal.