Berani Meninggalkan Alkohol

Testimoni » Berani Meninggalkan Alkohol

Orang-orang yang belum tahu benar siapa saya, akan menilai saya sosok yang alim jauh dari kesan nakal atau urakan. Mereka yang saya beritahu bahwa saya dulu mantan pecandu minuman keras, sempat tidak percaya. Padahal dulu hidup saya seperti bergantung pada minuman haram itu.

 

Sejak lulus SMA saya mulai mengenal minum-minuman yang membuat orang yang meminumnya hilang ingatan itu. Awalnya saya diajak teman saya untuk sekadar coba-coba. Lama-lama saya merasa setiap menenggaknya beban pikiran saya serasa hilang. Plong begitu saja. Kata teman saya, sesama pecandu alkohol, jika pikirannya sedang buntu ia akan mendapatkan banyak ide cemerlang kalau sudah meminumnya.

 

Saat kuliah pun, di kamar kos saya selalu menyediakan stok minuman-minuman keras merk terkenal. Uang kiriman orang tua saya tiap bulannya saya habiskan untuk memenuhi hasrat saya dengan membeli minuman itu. Tak jarang teman-teman saya undang tiap malam minggu, minum ramai-ramai.

 

Suatu kali hidup saya pun jadi amburadul. Kuliah tidak selesai-selesai. Padahal saya sudah mendapat ancaman untuk didrop-out dari kampus. Mengetahui kabar tersebut saya dimarahi orang tua habis-habisan. Tetapi bagaimana lagi, saya sudah terlanjur kecanduan. Sulit sekali meninggalkan kebiasaan yang telah mendarah daging ini.  saya ingin sekali lepas dari alkohol tetapi usaha saya selalu gagal.

 

Semua anggota keluarga dan kerabat membantu mencari solusi agar saya lepas dari kecanduan. Saya malu sekali pada orang tua saya, diri saya sendiri, dan orang-orang yang dengan suka rela membantu agar saya sembuh. Suatu kali, kakak sepupu saya menyarankan agar saya melakukan terapi kristal. Saya pun mencobanya, sebab siapa tahu inilah jalan kesembuhan saya. Secara berangsur rasa kecanduan saya pun mulai hilang. Saya kini tak ragu lagi meninggalkan alkohol. Hidup saya kembali tentram bersama keluarga yang selalu menyayangi saya.

 

 

Andi S. - Bandung