Terhindar dari Ancaman Stroke

Testimoni » Terhindar dari Ancaman Stroke

Saya adalah seorang guru di salah satu sekolah swasta. Setiap harinya saya selalu berhadapan dengan murid-murid yang sangat menjengkelkan. Dahulu sekolah kami dikatakan sekolah buangan. Artinya, sekolah kami adalah sekolah tempat untuk belajar anak-anak nakal yang tidak diterima sekolah-sekolah favorit. Dan kenyataan itu memang benar. Kebanyakan sekolah kami dihuni oleh murid-murid yang super bandel.

 

Setiap guru yang mengajar di sekolah kami harus mempunyai sifat legowo yang sangat besar. Jangan membayangkan saat berlangsung Proses Belajar Mengajar semua akan konsentrasi belajar dan mendengarkan penjelasan. Mereka kebanyakan berbicara sendiri dan kadang kala malah mengganggu teman yang mendengarkan dengan serius. Kejadian-kejadian seperti itu akan menguras emosi setiap guru yang mengajar.

 

Setiap kenakalan murid di sekolah kami sangat berpotensi meningkatkan tekanan darah setiap guru. Dua tahun mengajar di sekolah itu, tekanan darah saya terus meningkat. Saya menderita hipertensi. Sangat sering saya marah-marah pada mereka. Meski saya tahu semua permasalahan tidak dapat terselesaikan hanya dengan kemarahan, tapi entahlah kemarahan saya terus meledak-ledak.

 

Sampai saya mulai merasakan ada kelainan dengan kepala dan nafas saya. Setiap saya marah-marah, kepala saya seperti mau pecah. Lama-kelamaan, nafas saya menjadi sesak dan tidak teratur diikuti dengan mata yang berkunang-kunang. Terlalu sering hal tersebut saya rasakan, akhirnya saya periksaan ke dokter. Dokter itu menganalisa bahwa yang saya rasakan itu adalah gejala awal dari serangan stroke. Beliau juga menambahkan bahwa gejala itu bisa ditanggulangi secara mandiri jika saya selalu menyeimbangkan emosi. Mendengar keterangan dokter yang seperti itu, saya ketakutan.

 

Ketakutan saya itu akhirnya membawa saya bertemu dengan kristal kesehatan. Kristal itu saya percaya dapat menghindarkan saya dari serangan stroke. Saya pun dengan rutin menjalani terapi seperti yang diikutkan dalam buku panduan penggunaan kristal kesehatan. Mulai saat itu, Alhamdulillah emosi saya perlahan dapat terkontrol. Bersamaan dengan itu, tidak pernah saya rasakan lagi kepala kenyut-kenyut seperti mau pecah. Hidup saya sekarang bertambah ringan dan slow.

 

Salman Kurdi - Kalimantan Barat